Contoh kalimat babalesan atau resiproaktif bahasa Sunda

10 Contoh Kalimah Babalesan atau Resiprokatif Bahasa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Kalimah babalesan atau disebut juga kalimat resiproaktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan dengan saling membalas (pabales-bales).

Jejer atau subjek kalimah babalesan lebih dari satu. Kalau pun subjeknya tidak disebutkan/ dituliskan, yang melakukan pekerjaan itu lebih dari satu.

Kata kerja dan kata sifat pada kalimat resiproaktif basa Sunda ditambah rarangken silih- atau pa- + rajekan dwilingga. Contohnya silih pelong dan papelong-pelong, asalnya dari kata pelong = lihat.

Rarangken artinya imbuhan. Rarangken kecap terbagi 4, yaitu rarangken tukang (awalan), rarangken tengah (sisipan), rarangken hareup (akhiran), dan rarangken barung (awalan+akhiran).

Baca juga:

Fungsi dan contoh rarangken pi-eun

Fungsi dan contoh rarangken pika-

Fungsi dan contoh rarangken pika-eun

Kecap rajekan artinya kata ulang. Kecap rajekan terbadi menjadi rajekan dwipurwa, rajekan dwimadya, rajekan dwilingga (dwimurni dan dwireka), dan rajekan trilingga. Penjelasan lengkapnya silakan baca pengertian dan contoh kecap rajekan atau kata ulang bahasa Sunda.

Contoh kalimah babalesan atau kalimat resiproaktif bahasa Sunda

  1. Dadang jeung Akun silih asaan Artinya Dadang dan Akum saling mencicipi makanan.
  2. Ulah silih ciwit baé bisi ceurik. Artinya jangan saling mencubit terus nanti nangis.
  3. Barudak keur paheula-heula ngeusian pancen. Artinya anak-anak sedang berlomba ingin lebih dulu mengerjakan tugas.
  4. Tong patarik-tarik sora teh gandeng. Artinya jangan saling mengeraskan suara, berisik.
  5. Kabayan jeung Iteung papelong-pelong. Artinya Kabayan dan Iteung saling menatap.
  6. Iteung jeung Kabayan silih pelong. Artinya Iteung dan Kabayan saling menatap.
  7. Kolot baheula mah lamun rek lebaran teh sok silih kirim Artinya orang tua zaman dulu kalau menjelang lebaran suka saling mengirim nasi.
  8. Kudu pahayang-hayang dititah ku kolot jeung ku guru teh ambeh barokah. Artinya harus (berlomba) saling mau kalau disuruh oleh orang tua dan guru itu agar berkah.
  9. Jeung dulur mah kudu silih pikanyaah, ulah pahiri-hiri. Artinya dengan saudara harus saling menyayangi jangan berselisih.
  10. Jual beuli teh masih keneh pabetot-betot harga. Artinya, jual beli ini masih adu tawar (saling menawar) harga.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *