Arti asa aing uyah kidul dan contoh kalimatnya

Arti Asa Aing Uyah Kidul dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM – Karakter manusia memang bermacam-macam. Ada manusia yang sombong dan selalu merasa paling hebat, ada yang biasa saja, ada juga yang merasa tidak bisa apa-apa padahal ilmunya tinggi.

Untuk mengungkapkan sifat-sifat tersebut, di dalam bahasa Indonesia ada ungkapan seperti besar kepala, rendah hati dan rendah diri.

Ungkapan besar kepala berarti sombong, rendah hati adalah lawan dari besar kepala. Sedangkan rendah diri adalah orang yang kurang percaya diri.

Selain Bahasa Indonesia, di dalam bahasa Sunda pun ada ungkapan untuk orang sombong.  Besar kepala, di dalam bahasa Sunda artinya gede hulu.

Besar = gedé (sedang), ageung (halus)

Kepala = hulu, bebendul (kasar), sirah (sedang), mastaka (halus)

Kalau diganti jadi bahasa halus seperti ageung mastaka ini bisa jadi berarti berkepala besar. Tidak lagi menjadi ungkapan.

Selain ungkapan gedé hulu, dalam bahasa Sunda juga ada peribahasa untuk orang sombong yaitu asa aing uyah kidul.

Arti asa aing uyah kidul

Asa aing uyah kidul berarti merasa lebih hebat. Atau intinya sombong, merasa lebih kaya, lebih pintar, lebih dermawan, atau merasa lebih dari orang lain dalam hal apapun.

Kalau diterjemahkan kata per kata, makna asa aing uyah kidul memang sangat jauh dengan arti kata pembentuknya.

Asa = perasaan

Aing = saya (kasar)

Uyah = garam

Kidul = selatan

(Merasa saya garam selatan), jauh sekali dengan makna peribahasa yang sebenarnya.

Di dalam bahasa Sunda, peribahasa asa aing uyah kidul juga bermakna gede hulu, agul, adigung, umaing dan teu euweuheun.

Contoh kalimat:

Meni asa aing uyah kidul teu euweuheun bapana jadi kuwu.

Artinya:

Sombong amat mentang-mentang bapaknya jadi kepala desa.

Ungkapan dan kata-kata tersebut sama-sama memiliki arti sombong atau so. Sifat jelek yang tidak boleh dimiliki oleh manusia.

Agama Islam melarang manusia bersifat riya dan sombong. Orang-orangpun malas berteman dengan orang yang merasa paling hebat apalagi suka merendahkan orang lain.

Demikian penjelasan singkat ini mudah-mudahan berguna bagi kita semua. Silakan share pada tema-temanmu yang ingin belajar Bahasa Sunda online. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *