Arti bengkok tikoro dan contoh kalimatnya

Arti Bengkok Tikoro dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun baraya! Orang tua di tatar Sunda sering memberi pepatah “ulah ngadahar cau sisina matak béngkok tikoro”. Entah, apakah pepatah jangan makan pisang yang dipinggirnya itu fakta atau mitos.

Anak-anak jaman dulu mana berani bertanya naha? (kenapa). Ketika orang tua melarang atau menyuruh melakukan sesuatu, apalagi kalau ada kata pamali pasti diikuti.

Kalau anak jaman now pasti kritis, sebelum paham maksudnya dia tidak mau melaksanakan.

Pada artikel ini saya tidak akan bicara panjang lebar tentang fakta atau mitos makan cau sisina atau perbedaan anak jaman dulu dan sekarang. Di sini saya akan menjelaskan arti babasan Sunda béngkok tikoro dan contoh kalimatnya.

Arti denotasi béngkok tikoro

Béngkok dalam bahasa Sunda artinya sama dengan bahasa Indonesia yaitu bengkok atau lawan kata tidak lurus. Persamaan kata béngkok adalah bengkung, sedangkan lawan kata béngkok dalam bahasa Sunda adalah lempeng (lurus).

Kata-kata Sunda turunan dari béngkok yaitu:

  • Béngkokeun = bengkokan
  • Béngkokan = sambungan pipa yang bentuknya bengkok (L)
  • Bungkak béngkok = banyak bengkokan
  • Sabéngkokna = sampai bengkok
  • Ngabéngkokeun = membengkokkan

Tikoro artinya kerongkongan, yaitu salah satu anggota tubuh yang terletak di leher jalan masuknya makanan dari mulut ke perut.

Arti kiasan béngkok tikoro

Arti kiasan béngkok tikoro nyaéta teu kabagéan rejeki, kaliwat atau kasingsal (tidak kebagian, terlewat, atau tidak dapat bagian). Jadi bengkok tikoro itu bukan kerongkongannya bengkok.

Orang yang tidak kebagian dikiaskan bengkok tikoro mungkin seperti kerongkongan yang bengkok tidak dapat dimasukan makanan.

Contoh kalimat:

Ulah dahar cau sisina matak béngkok tikoro. (Jangan makan pisang paling pinggir suka tidak kebagian rejeki)

Karunya Kang Kabayan mah béngkok tikoro, batur dibagi duit ku Pa Lurah manéhna mah henteu. (Kasihan Kang Kabayang tidak kebagian, orang lain dibagi uang oleh Pak Lurah dia sendiri tidak).

Jang Wahyu mah béngkok tikoro teu dibawa ulin ka basisir. (Nak Wahyu terlewat tidak diajak main ke pantai).

Baca juga: Arti Babalik Pikir dan Contoh Kalimatnya

Itulah penjelasan arti dan contoh kalimat béngkok tikoro. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *