Arti dan Contoh Biografi Bahasa Sunda

Arti dan Contoh Biografi Basa Sunda dan Terjemahnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Pernah membaca sejarah atau riwayat hidup seorang tokoh, pahlawan atau artis? Kisah hidup orang-orang penting atau orang terkenal biasanya sering ditulis oleh orang lain. Tulisan tentang riwayat atau kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain disebut biografi.

Arti Biografi

Dalam Kamus Bahasa Sunda tidak ditemukan kata biografi. Kata tersebut merupakan serapan dari bahasa asing. Asalnya dari bahasa Inggris, bioggraphy artinya tulisan sejarah tentang hidup seseorang. Kata biography kemudian diserap oleh bahasa Indonesia menjadi biografi dan dapat digunakan dalam bahasa Sunda. Bio artinya hidup, grafi artinya tulisan.

Pengertian biografi basa Sunda yaitu sejarah atau riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain menggunakan bahasa Sunda. Tulisan tersebut memuat sejarah atau riwayat hidup seseorang dari mulai lahir, masa kanak-kanak, sekolah, karir, karya, dan sebagainya. Baik orangnya masih hidup (jumeneng) maupun sudah meninggal (maot).

Biografi ditulis oleh orang lain. Meskipun pada kenyataannya ditulis oleh diri sendiri tetapi menggunakan sudut pandang orang lain. Seolah-olah orang lain yang menceritakan riwayat hidupnya.

Unsur-unsur Biografi

Karangan biografi menjelaskan perjalanan hidup seseorang semasa hidupnya, dari lahir sampai tua. Bahkan banyak biografi yang ditulis setelah orangnya meninggal. Yang biasanya diceritakan dalam kisah hidup seseorang antara lain:

  1. Nama, panggilan dan julukan (lalandian).
  2. Kelahiran dan asal usul keluarga.
  3. Bentuk fisik dan sifat-sifatnya.
  4. Riwayat pendidikan dan pekerjaannya.
  5. Pemikiran atau gagasannya.
  6. Hasil karyanya.
  7. Prestasi dan penghargaan (pangajen) yang diterima.

Manfaat Biografi

Manfaat membaca biografi antara lain:

  1. Belajar dan bercermin pada pengalaman hidup seorang tokoh.
  2. Dapat membaca gagasan atau pemikiran seorang tokoh.
  3. Kisah hidup seorang tokoh merupakan bagian dari dokumen sejarah.
  4. Memahami suatu kejadian dari pandangan yang berbeda-beda.

Belajar Menyusun Teks Biografi

Belajar menyusun teks biografi dapat dilakukan dengan menulis perjalanan hidup teman sendiri. Caranya silakan wawancara untuk menggali informasi tentang riwayat dan pengalamannya. Jika informasinya sudah memenuhi unsur-unsur biografi, maka kamu bisa langsung menceritakannya dalam bentuk tulisan.

Dalam menulis karangan biografi harus menggunakan kata ganti orang ketiga (dia atau beliau). Kata ganti orang ketiga dalam bahasa Sunda yaitu manéhna (loma), dan anjeunna (halus/ hormat).

Belajar menyusun karangan biografi tidak perlu panjang-panjang, cukup satu halaman saja. Mau diketik atau ditulis tangan juga boleh. Perhatikan ejaannya, tanda bacanya, dan buatlah judul yang menarik. Akan lebih bagus jika diilustrasikan dengan foto.

Contoh Teks Biografi Basa Sunda

Ti Kebon kana Carpon

Ngaran lengkepna Cécép Burdansyah. Nénéhna mah Cécép. Anjeunna lahir di Ciwidéy, tanggal 25 September 1963. Mimiti ngarang ti keur SMP kénéh. Karya-karyana anu mimiti dimuat dina Mingguan Giwangkara jeung Mingguan Pelajar.

Tuluyna mah Cécép leuwih loba ngarang dina basa Sunda. Carponna anu mimiti dijudulan “Kaleleban”, dimuat dina majalah Manglé. Harita Cécép téh sakolana di SMA kénéh.

Kungsi digawé di perkebunan téh Patuha, meunang opat taun. Salila digawé di perkebunan, Cécép tetep nulis carpon. Sakapeung-kapeungeun turun gunung ka Bandung, ruang riung jeung papada pangarang Sunda.

Tahun 1987, Cécép digawé di majalah Manglé. Meunang sapuluh taun. Undur ti dinya, anjeunna kungsi jadi wartawan di sababaraha surat kabar. Di antarana di majalah Tiras jeung tabloid Detak di Jakarta. Ayeuna Cécép jadi Wakil Pingpinan Redaksi Koran Tribun Jabar.

Carita pondokna anu dijudulan “Bilatung” dilélér Hadiah Sastra Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS) taun 1990. Carpon sejenna anu kungsi dileler hadiah LBSS nyaéta “Tilu Potrét Jalma dina Albeum Kuring”, “Nu Luncat Tina Beus Maleman Taun Baru”, jeung “Sangkakala”.

(Dicutat jeung diropéa ku pangarang Buku Pamekar Basa Sunda Kelas 10 Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tina buku Anak Jadah, Penerbit Kiblat Buku Utama Bandung, 2002).

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

Dari kebun ke Cerpen

Nama lengkapnya Cecep Burdansyah. Panggilannya Cecep. Beliau lahir di Ciwidey, tanggal 25 September 1963. Mulai mengarang sejak masih di SMP. Karya-karyanya yang pertama dimuat di Mingguan Giwangkara dan Mingguan Pelajar.

Selanjutnya Cecep lebih banyak mengarang dalam bahasa Sunda. Carponnya yang pertama berjudul “Kaleleban”, dimuat di majalah Mangle. Ketika itu Cecep masih sekolah di SMA.

Pernah bekerja di perkebunan teh Patuha, selama empat tahun. Selama bekerja di perkebunan, Cecep tetap menulis carpon. Sekali-kali turun gunung ke Bandung, berkumpul dengan sesama pengarang Sunda.

Tahun 1987, Cecep bekerja di majalah Mangle. Selama sepuluh taun. Keluar dari situ, beliau pernah jadi wartawan di beberapa surat kabar. Di antaranya di majalah Tiras dan tabloid Detak di Jakarta. Sekarang Cecep jadi Wakil Pimpinan Redaksi Koran Tribun Jabar.

Cerita pendeknya yang berjudul “Bilatung” mendapat Hadiah Sastra Lembaga Basa dan Sastra Sunda (LBSS) tahun 1990. Cerpen lainnya yang pernah mendapat hadiah LBSS yaitu “Tilu Potret Jalma dina Albeum Kuring”, “Nu Luncat Tina Beus Maleman Taun Baru”, dan “Sangkakala”.

Unsur-unsur biografi Cecep Burdansyah yaitu:

  1. Nama : Cecep Burdansyah
  2. Neneh (panggilan) : Cecep
  3. Kelahiran : Ciwidey, 25 September 1963
  4. Pendidikan : Tamatan SMA
  5. Pekerjaan : (1) Bekerja di Perkebunan teh Patuhan 4 tahun, (2) bekerja di majalah Mangle 10 tahun (1987-1997), (3) Jadi wartawan di beberapa surat kabar, (4) Wakil Pimpinan Redaksi Koran Tribun Jabar.
  6. Hasil karya : (1) Karya-karya pertama dimuat di Mingguan Giwangkara dan Mingguan Pelajar. (2) Carpon Kaleleban, Bilatung, Tilu Potret Jalma dina Albeum Kuring, Nu Luncat Tina Beus Maleman Taun Baru, dan Sangkakala.
  7. Prestasi dan penghargaan : Hadiah Sastra Lembaga Basa jeung Sastra Sunda (LBSS).

Baca juga: Contoh Pidato Perpisahan Bahasa Sunda dari Siswa dan Kepala Sekolah

Demikianlah, semoga bermanfaat.