Arti dan Contoh Kecap Panambah Aspek (Tualitas) Bahasa Sunda

Arti dan Contoh Kecap Panambah Aspek (Tualitas) Bahasa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Kecap panambah aspek atau tualitas merupakan salah satu kata dalam bahasa Sunda yang termasuk ke dalam adverbia.

Adverbia atau dalam bahasa Sunda disebut kecap panambah terbagi atas beberapa macam, yaitu:

  1. kecap panganteb,
  2. kecap panganteur,
  3. kecap panahap,
  4. kecap panangtu,
  5. kecap panambah aspek, dan
  6. kecap panambah modalitas.

Adverbia sendiri merupakan bagian dari kecap pancen atau dalam bahasa Indonesia partikel (kata tugas).

Arti kecap panambah aspek

Kecap panambah tualitas adalah kata yang fungsinya untuk menunjukkan berlangsungnya suatu kejadian atau perbuatan.

Dilihat dari fungsinya, kecap panambah aspek terbagi menjadi dua macam yaitu perfektif dan imperfektif. Perfektif menunjukkan kejadian sudah selesai, sedangkan imperfektif menunjukkan kejadian belum selesai.

Macam-macam kecap panambah aspek dan contohnya

Baik perfektif maupun imperfektif dibagi lagi menjadi beberapa macam. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari tabel di bawah ini.

FungsiArtiBentuk kataContoh penerapannyaArtinya
PerfektifAwal

(Inkoatif)

Jung *)Jung nangtung(mulai) berdiri
Gék *)Gék diuk(mulai) duduk
Léos *)Leos indit(mulai) pergi
MimitiMimiti leumpangMulai berjalan
Tengah

(Momentum)

BariBari lumpatSambil berlari
Akhir

(Kompletif)

(eng)geusEnggeus hudangSudah bangun
(paran)tos (halus)Parantos sumpingSudah datang
ImperfektifKabiasaan

(Habitautif)

BiasanaBiasana cicingBiasanya diam
SokSok nyanyiBiasa bernyanyi
IlaharnaIlaharna kituBiasanya begitu
Sering

(Frekuentif)

MindengMindeng piknikSering piknik
RemenRemen ulinSering main
TaraTara bolosTidak pernah bolos
OsokOsok méréBiasa/suka memberi
Sering (halus)Sering amengSering main
LangkaLangka meuliJarang membeli
Langki (halus)Langki ka dieuJarang ke sini
Lumangsung

(Duratif)

(eu)keurKeur saréSedang tidur
Nuju (halus)Nuju ibakSedang mandi
MasihMasih sakolaMasih sekolah
KenehSakola kénéhMasih sekolah

*) Jung, gék, léos merupakan kecap panganteur. Semua kecap panganteur mengandung aspek inkoatif atau awal dimulainya aktifitas.

Baca juga: 130+ Kecap Panganteur Bahasa Sunda

Contoh kalimat:

1 Jejen nyanyi bari ngagitar (Jejen bernyanyi sambil memetik gitar).

2 Pa Guru nuju ngajar di kelas (Pak Guru sedang mengajar di kelas).

3 Kabayan remen méré duit ka Iteung (Kabayan sering memberi uang kepada Iteung).

4 Pejabat mah langka aya di imahna da sibuk ku pagawéan (Pejabat itu jarang ada di rumahnya karena sibuk dengan pekerjaan).

5 Kuring mah hayang kénéh dahar da can seubeuh (Saya masih ingin makan karena belum kenyang).

Baca juga: Arti dan Contoh Kecap Panahap

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *