Arti aeuk-aeukan dalam kamus bahasa Sunda

Arti Kata Aeuk-Aeukan dalam Kamus Bahasa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Pengertian, makna, atau arti kata aeuk-aeukan dalam kamus bahasa Sunda terjemahan Indonesia adalah menangis dengan suara keras, lama, dan seperti dilakukan.

Kata aeuk-aeukan /a-euk-a-euk-an/ terdiri atas lima engang, merupakan kecap rajekan yang ditambah dengan rarangken tukang -an. Cakalnya ialah aeuk.

Baca juga: Rarangken atau Imbuhan Bahasa Sunda Lengkap

Kata dasar rajekan + akhiran -an, memiliki arti:

1) Melakukan pekerjaan yang disebut dalam kata dasar;

2) Terus-terusan melakukan;

3) Pura-pura melakukan;

4) Lama melakukan;

5) Jamak melakukan;

6) Berulang kali melakukan;

7) Dalam keadaan;

Aeuk-aeukan mengandung arti (melakukan) nangis terus-menerus (lama), dan berulang.

Contoh kalimat:

Saha éta nu aeuk-aeukan tipeuting meni ngahariwangkeun?

‘Siapa itu yang sedang menangis keras malam-malam sangat mengkhawatirkan?’

Baca juga: Arti Kata Adug-adugan

Penjelasan Tanda Baca

 -  - tanda satu garis datar menunjukkan arti kata.
--  - dua garis datar/ satu garis datar panjang sebagai pengganti kata yang sama atau idem.
 ;   - titik koma menunjukkan sinonim atau persamaan kata.
 :   - tanda titik dua menunjukkan contoh.
  ,  - tanda koma menunjukkan kata turunan.
(1) - tanda angka dalam kurung menunjukkan arti yang berbeda.
( ) - tanda kurung tertutup menunjukkan penjelasan.
 ``   - tanda kutip satu yang mengapit kata/kalimat menunjukkan terjemahan.
 /  - tanda garis miring berarti atau.
Cetak miring - kata-kata Sunda atau bahasa asing.
Cetak tebal - kata Sunda yang diartikan.

Kamus Istilah Tata Basa Sunda

Engang - suku kata.
Kecap - kata.
Jangkar - suku kata yang menjadi asal pembentukan bakal kecap.
Cakal - kata dasar yang sifatnya terikat dan harus dibentuk jadi kecap rékaan.
Bakal kecap - morfem dasar; kata dasar; leksem yang sifatnya bebas atau terikat.
Bagal -- - kata dasar yang sifatnya semi bebas dan bisa dibuat bentuk perintah.
Puhu -- - kata dasar yang bisa langsung jadi kata.
Morfém - satuan bahasa terkecil yang memiliki makna.
-- dasar - morfem yang menjadi dasar pembentukan kata.
-- bébas - puhu kecap.
-- madya bébas - bagal kecap.
-- kauger - cakal.
-- imbuhan - rarangkén, yaitu morfem terikat yang diimbuhkan pada bakal kecap.
Rarangkén - afiks atau imbuhan.
Kecap salancar - kata yang dibentuk oleh satu morfem.
-- rékaan - kata yang dibentuk oleh dua morfem atau lebih.
-- rundayan - kata hasil gabungan morfem dasar dan imbuhan.
-- rajékan - kata hasil pengulangan, baik seluruh, sebagian, maupun perubahan.
-- kantétan - kata majemuk, gabungan dua morfem dasar yang memiliki arti baru.
-- wancahan - singkatan atau akronim.
-- barang - nomina atau kata yang menunjukkan benda atau dianggap benda.
-- sulur - pronomina atau kata ganti orang.
-- panuduh - demonstrativa atau kata penunjuk tempat, cara, jumlah, dll.
-- pananya - interogativa atau kata tanya.
-- pagawéan - verba atau kata kerja.
-- sipat - adjektiva atau kata sifat.
-- bilangan - numeralia atau kata bilangan.
-- panganteb - kata untuk mengeraskan bagian kalimat yang dianggap penting.
-- panganteur - kata untuk mengantarkan kata kerja atau kata sifat.
-- panahap - kata untuk menunjukkan tahapan keadaan atau sifat.
-- panyambung - kunjungsi atau kata untuk menyambungkan bagian kalimat.
-- pangantét - preposisi atau kata depan.
-- panyeluk - interjeksi atau kata seru.
Purwakanti - rima atau bunyi vokal yang mirip.
Murwakanti - sifat purwakanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *