Arti Kurung Batok Bahasa Sunda

Arti Kurung Batok dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Kurung batok merupakan babasan Sunda. Babasan adalah bagian pakeman basa, yaitu kecap kantetan yang susunan katanya sudah tetap dan tidak bisa diubah serta memiliki arti kiasan yang beda dengan arti kata-kata penyusunnya.

Babasan atau dalam bahasa Indonesia disebut ungkapan, jumlah katanya hanya terdiri atas dua atau tiga kata. Isi babasan umumnya menggambarkan sifat manusia.

Baca juga: 444 Babasan Sunda dan Artinya

Naon hartina kurung batok?

Arti babasan kurung batok adalah tidak gaul sehingga kurang wawasan dan tidak tahu keadaan atau perkembangan dunia luar karena diam terus di rumah. Mun ceuk basa Sundana mah teu/tara gaul jadi kurang kanyaho jeung teu apal kana kaayaan atawa parobahan nu aya di luar sabab hirupna cicing waé di imah.

Contoh kalimat:

Ulin jeung batur atuh ulah kurung batok hirup téh ambéh loba kanyaho. (Hidup itu harus bergaul dengan orang lain agar banyak pengetahuan).

Kebalikan dari ungkapan kurung batok adalah murag bulu bitis, artinya tidak betah di rumah.

Babasan kurung batok dan murga bulu bitis mengandung konotasi yang kurang baik. Diam terus di rumah tidak baik, keluyuran terus juga tidak baik. Sebaiknya siger tengah (sedang-sedang saja), bergaul perlu tapi jangan lupa waktu.

Arti kata-kata penyusunnya menurut kamus basa Sunda

Kurung /ku-rung/ artinya kurung atau sangkar, merupakan morfem dasar bebas kelas kata benda. Kata ‘kurung’ juga bisa menjadi kata kerja dengan cara menambahkan rarangken.

  • Kurungan = kurungi
  • Ngurung = mengurung
  • Ngurungan = mengurungi
  • Dikurungan = dikurungi

Contoh:

Pronoun: Ahmad keur nyieun kurung (Ahmad sedang membuat sangkar)

Verba: Ahmad ngurungan manuk ku dudukuy (Ahmad mengurungi burung oleh topi)

Batok /ba-tok/ artinya tempurung kelapa, merupakan morfem dasar bebas kelas nomina. Kata ‘batok’ bisa dibentuk menjadi kecap rajekan, yaitu babatok (kepala: kasar).

Kecap kurung dan batok merupakan kecap salancar karena hanya dibentuk oleh satu morfem. Sedangkan kecap ngurungan, ngurung, kurungan, dikurungan, dan babatok termasuk kecap rekaan yang dibentuk oleh beberapa morfem.

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *