Arti Mobok Manggih Gorowong

Arti Mobok Manggih Gorowong dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM – Apakah kamu pernah mengalami situasi yang menyenangkan seperti sedang naksir seseorang, katakanlah namanya si C. Dan ternyata orangtua si C ini ingin menjodohkanmu dengan putrinya.

Atau contoh lain. Misalnya kamu bosan di rumah mulu, ingin sekali jalan-jalan ke mall tapi tak ada uang buat ongkos angkot dan tak ada uang buat jajan. Eeh, kamu disuruh ibu beli sesuatu di mall. Selain dikasih ongkos, dikasih uang jajan pula.

Bagaimana rasanya? Ah sudah pasti senang sekali bukan?

Kondisi tadi, atau situasi menggembirakan yang mirip seperti ilustrasi di atas, di dalam bahasa Sunda diungkapkan dengan ungkapan mobok manggih gorowong.

Arti mobok manggih gorowong

Sebelum menjelaskan makna ungkapannya, saya ingin kasih tahu dulu arti kata-kata dasarnya:

Mobok = membobok

Manggih = nemu (sedang), bahasa Sunda halusnya adalah mendak

Gorowong = lubang besar

Coba bayangkan, kamu sedang susah payah membobok (tebing batu, misalnya) kemudian tiba-tiba kamu nemu lubang di tebing yang sedang dibobok tadi.

Tentunya ini keadaan yang sangat menggembirakan karena kamu tidak perlu lagi susah payah melanjutkan perjuangan.

Jadi mobok manggih gorowong artinya adalah mendapatkan jalan untuk memperoleh keinginan (asa dibere jalan). Tidak perlu penjelasan panjang lebar lagi, saya yakin kamu sudah paham maksudnya.

Contoh kalimat:

Meni asa mobok manggih gorowong, rék ka Bandung teu boga duit keur ongkos torojol dulur mawa mobil ménta dianteur ka Bandung.

Artinya:

Serasa dikasih jalan, mau ke Bandung gak punya ongkos tiba-tiba datang saudara membawa mobil minta diantar ke Bandung.

Kosakata:

meni = sangat

asa = merasa

rék = akan

ka = ke

torojol = tiba-tiba datang

dulur = saudara

ménta = minta

mawa = membawa

Untuk para pembaca Sundapedia.com di mana pun berada. Jangan pernah putus asa menghadapi masalah karena di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Tetap optimis dan perjuangkan keinginanmu yang baik, siapa tahu kamu mobok manggih gorowong.

Demikian, semoga bermanfaat. Kalau masih belum jelas atau ada pertanyaan lain seputar bahasa Sunda silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *