Arti Pasini Jangji Pasang Subaya

Arti Pasini Jangji Pasang Subaya dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun barasa Sundapedia! Masih membahas tentang arti peribahasa Sunda. Kali ini saya akan mengulas secara singkat tentang arti sebuah ungkapan pasini jangji pasang subaya.

Ungkapan pasini jangji pasang subaya adalah ungkapan bahasa Sunda buhun atau bahasa Sunda zaman dulu.

Di era modern seperti sekarang ini orang Sunda sendiri, terutama dari kalangan remaja, sudah banyak yang lupa bahkan tidak mengenal arti bahasa dan ungkapan Sunda buhun.

Alasannya karena bahasa Sunda baheula jarang dipakai dalam percakapan sehari, jarang pula diperdengarkan oleh orang tua zaman now. Jadi tak heran kalau anak-anak tidak tahu bahasa daerahnya sendiri.

Melalui postingan ini, saya akan coba untuk berbagi apa yang saya ketahui tentang ungkapan atau peribahasa Sunda yang berbunyi pasini jangji pasang subaya.

Pasini jangji pasang subaya atau jangji pasini pasang subaya artinya adalah membuat perjanjian atau kesepakatan. Ungkapan ini cenderung digunakan pasangan kekasih yang sedang jatuh cinta. Mereka membuat perjanjian untuk menikah, saling mencintai dan menyayangi. Bahasa anak mudanya mengikat janji untuk sehidup semati.

Ada lagi ungkapan yang lebih panjang seperti jangji pasini pasang subaya rek ngahiji ngajatukrami. Ini artinya menjalin perjanjian untuk menikah atau sehidup semati.

Apabila ada salah satu yang berkhianat atau mengkhianati perjanjian, maka orang itu disebut ingkar jangji atau lunca linci luncat mulang udar tina tali gadang. Artinya tidak bisa dipercaya, tidak mampu memegang sumpah atau janji.

Contoh dalam kalimat Sunda dan artinya adalah sebagai berikut:

Jang Husni jeung nyi Yayu geus jangji pasini pasang subaya rek ngahaiji ngajatukrami silih asah silih asih silih asuh nepika paketrok iteuk.

Artinya: Husni dan Yayu sudah berjanji akan menikah, saling mengingatkan, saling menyayangi, saling menjaga sampai tua.

Demikianlah, semoga penjelasan singkat ini dapat dipahami.

Punya pertanyaan seputar bahasa Sunda? Silakan tulis pada kolom komentar di bawah artikel ini mudah-mudahan saya bisa menjawabnya.

Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-temanmu di media sosial. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *