Arti leuleus jeujeu liat tali dan contoh kalimatnya

Arti Peribahasa Leuleus Jeujeur Liat Tali dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Peribahasa leuleus jeujeur liat tali merupakan pakeman basa Sunda yang berisi wawaran luang picontoeun. Maksud wawaran luang picontoeun yaitu peribahasa yang mengandung contoh untuk ditiru.

Paribasa ini terdiri atas 4 kata, yaitu: leuleus (aj), jeujeur (n), liat (aj), dan tali (n). Masing-masing kata merupakan kata dasar.

Makna denotasi

Makna denotasi atau arti kata-kata penyusun peribahasa leuleus jeujeur liat tali menurut kamus adalah sebagai berikut:

  • Leuleus : lentur; tidak kaku
  • Jeujeur : joran; alat untuk memancing
  • Liat : kuat; tidak mudah putus
  • Tali : tali; benang

Makna konotasi

Makna konotasi, kiasan atau maksud yang terkandung dari paribasa Sunda leuleus jeujeur liat tali adalah bijaksana dalam mengambil keputusan; penuh pertimbangan sehingga keputusannya tidak merugikan; penyabar dan tidak mudah emosi.

Leuleus jeujeur (joran lentur) dikiaskan sebagai sikap bijaksana, penuh pertimbangan, mampu mengimbangi (tarikan ikan). Liat tali (benang kuat) dikiaskan sebagai sikap tidak mudah marah atau emosi sehingga tidak memutuskan silaturahmi.

Peribahasa ini menggambarkan sikap terpuji, yakni: bijaksana, berwibawa dan kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.

Sifat-sifat terpuji tadi muncul karena ada sifat baik dalam dirinya. Ditunjang pula oleh wawasan yang luas sehingga mampu bersikap bijaksana ketika menghadapi masalah dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Babasan Sunda yang memiliki arti berlawanan dengan leuleus jeujeur liat tali adalah getas harupateun, sahaok kadua gaplok, dan sahaok kadua gobang.

Getas harupateun = mudah menyalahkan atau menghakimi orang lain; ceroboh dan gegabah dalam mengambil keputusan.

Sahaok kadua gaplok = gampang marah dan ringan tangan.

Sahaok kadua gobang = mudah marah dan tidak segan menggunakan senjata.

Baca juga: 444 Babasan Sunda dan Artinya

Contoh kalimat

Jadi pamingpin mah kudu –, landung kandungan laer aisan ulah gereges gedebug getas hareupatun. Jadi pemimpin harus bijaksana, penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan, dan pemaaf jangan gegabah, tergesa-gesa, dan mudah terpancing emosi.

Baca juga: Koleksi 25 Pepatah Sunda Kolot Baheula dan Artinya

Demikianlah, semoga kita bisa belajar menjadi orang yang bijaksana dan penuh pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *