Selasa , Desember 1 2020
Arti Uyahmah tara Tees ka luhur

Arti Peribahasa Uyahmah Tara Téés ka Luhur

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun baraya! Selamat datang kembali lagi di Sundapedia. Pernah mendengar orang Sunda bilang uyahmah tara téés ka luhur?

Apa artinya peribahasa tersebut? Adakah persamaannya dalam peribahasa Indonesia?

Baik, pada postingan ini saya akan menjelaskan arti peribahasa Sunda uyahmah tara téés ka luhur. 

Arti Uyahmah Tara Téés ka Luhur

Sebelum menjelaskan tentang arti peribahasa, saya akan kasi tahu dulu arti kata per kata yang menyusun peribahasa Sunda ini.

Uyah artinya garam, ini merupakan bumbu dapur untuk penyedap rasa masakan. Di Sunda, garam disebutnya uyah.

Ada peribahasa Sunda yang terdapat kata uyah yaitu asa aing uyah kidul, silakan baca dan lihat contoh kalimatnya.

Mah tidak memiliki arti tapi partikel mah berfungsi untuk memberi penguatan atau penegasan terhadap kata uyah.

Téés (dibaca té és) dalam bahasa Indonesia artinya meleleh.

Ka berarti ke, luhur artinya atas. Penulisan ka luhur seharusnya di pisah karena ka menghadapi tempat (luhur), sama seperti ka Garut, ka Bandung, dan lain-lain. Tapi banyak juga yang menulis kaluhur (disatukan); uyahmah tara tees kaluhur.

Kalau digabungkan dari arti kata per kata, terjemahnya menjadi garam itu tidak meleleh ka atas.

Memah betul, garam kalau meleleh tidak ke atas tapi ke bawah. Maksudnya apa?

Maksudnya adalah sifat baik dan buruk orangtua akan menurun ke anaknya. Atau sifat baik dan buruk anak tidak akan jauh dari sifat orangtuanya.

Kalau dalam bahasa Indonesia, peribahasa uyahmah tara tees ka luhur sama dengan buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Seperti dikutip Sundapedia dari Brainly, arti buah jatuh tidak jauh dari pohonnya adalah sifat anak tidak jauh berbeda dengan ayah atau ibunya. Hal yang menurun dari leluhurnya pasti akan ada kemiripannya dengan orang tuanya.

Peribahasa ini biasanya digunakan untuk mengungkapkan sifat atau perilaku anak yang mirip dengan ayah atau ibu anak tersebut.

Karena sifat baik dan buruk orangtua itu bisa menurun kepada keturunan, maka kita harus berusaha untuk menurunkan sifat-sifat baik dengan menjaga sifat baik pada diri kita.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *