Arti tamiang meulit ka bitis

Arti Tamiang Meulit ka Bitis dan Contoh Kalimatnya

SUNDAPEDIA.COM – Siapa yang menanam apa, maka dia akan memanen apa yang dia tanam. Artinya seseorang akan memetik hasil dari perbuatannya sendiri.

Makanya kita tidak pernah boleh mempunyai itikad dan perilaku buruk pada orang lain. Karena selain dilarang oleh agama, juga akibatnya bisa kembali pada diri sendiri. Istilahnya senjata makan tuan.

Kalau dalam bahasa Sunda, perubahasa senjata makan tuan ini sama dengan tamiang meulit ka bitis.

“Lir ibarat tamiang meulit ka bitis. Matak gé ulah jail ka batur da jelema mah kumaha amal-amalan”.

Contoh kalimat di atas adalah kalimat bahasa Sunda yang di dalamnya terdapat sebuah peribahasa tamiang meulit ka bitis. Artinya “Senjata makan tuan. Makanya jangan jail sama orang sebab orang itu tergantung amal perbuatannya”.

Arti “tamiang meulit ka bitis”

Di sini saya akan coba jelaskan arti dan contoh kalimatnya secara singkat dan sederhana.

Arti kata per kata:

tamiang = sejenis bambu yang berukuran kecil

meulit = melilit

ka = ke

bitis = betis

Seperti disebutkan di atas tadi, arti peribahasa tamiang meulit ka bitis sama dengan senjata makan tuan. Yaitu perbuatan buruk yang kembali pada diri si pelaku.

Contoh kalimat:

Lir ibarat tamiang meulit ka bitis. Matak gé ulah julid ka batur da jelema mah kumaha amal-amalan.

Artinya:

Senjata makan tuan. Makanya jangan jail ke orang lain karena manusia itu akan memanen amal perbuatannya sendiri.

Kosakata Sunda:

lir ibarat = seperti, bagaikan

Matak gé atau matak ogé = makanya

Ulah, tong, entong = jangan

julid = jail

ka = ke

batur = orang lain

jelema = orang, manusia

kumaha = tergantung, bagaimana

amal-amalan = amal perbuatan

Yuk selalu berpikir positif dan berusaha untuk berbuat yang terbaik bagi semua orang agar kita senantiasa mendapati kebaikan. Jangan balas keburukan dengan keburukan yang sama agar bahagia di dunia dan akhirat.

Demikian, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat. Kalau ada pertanyaan seputar bahasa Sunda silakan tulis di kolom komentar, mudah-mudahan saya bisa menjawab.

Ikuti terus pembelajaran bahasa Sunda di Sundapedia.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *