Arti Ungkapan Beungeut Nyanghareup Ati Mungkir

  • Whatsapp
Arti beungeut nyanghareup ati mungkir

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Apa kabar baraya SundaPedia? Semoga kita semua senantiasa sehat dan terhindar dari orang-orang munafik yang beungeut nyanghareup ati mungkir. Aamiin.

Alhamdulillah saya bisa kembali berbagi sedikit ilmu tentang Bahasa Sunda di blog Sundapedia.com ini. Pada postingan ini saya akan membahas tentang arti beungeut nyangareup ati mungkir.

Ungkapan tersebut merupakan ungkapan atau peribahasa Sunda. Saya akan coba jelaskan artinya dari kata perkata hingga makna peribahasa yang sebenarnya, lengkap dengan contoh kalimatnya.

Beungeut, artinya muka atau wajah. Beungeut adalah bahasa Sunda sedang (loma). Bahasa Sunda kasarnya bebengok. Bahasa Sunda halus (lemes) dari kata beungeut adalah raray dan pameunteu.

Nyanghareup atau nyangareup adalah bahasa Sunda sedang/ kasar artinya menghadap. Kata dasarnya yaitu hareup (depan). Bahasa Sunda halus dari nyanghareup yaitu mayun. Seadangkan bahasa Sundanya menghadapi yaitu nyanghareupan (kasar) dan mayunan (halus).

Ati adalah bahasa Sunda sedang yang berarti hati. Bahasa lain dari ati yaitu haté. Bahasa halusnya adalah manah.

Mungkir atinya mangkir, bertolak belakang atau menolak perkataan (berdalih).

Jadi, arti harfiah beungeut nyanghareup ati mungkir yaitu wajah menghadap tapi hatinya tidak atau di depan pura-pura baik tapi di belakang berlaku sebaliknya.

Orang yang bersikap seperti ini bisa disebut bermuka dua atau munafik. Sifat munafik merupakan akhlak tercela yang harus dihindari.

Contoh kalimat:

Ujang: “Bieumah aya kang Majen ka imah urang, Sep.”

Asep: “Rek aya naon, Jang?”

Ujang: “Nitah urang kudu nyalon Ketua RT. Padahal urangge nyaho manehna teh pendukung Mang Udin.”

Asep: “Kade atuh bisi beungeut nyanghareup ati mungkir.”

Artinya:

Ujang: “Barusan ada Mas Majen ke rumahku, Sep.”

Asep: “Ada apa, Jang?”

Ujang: “Nyuruh saya nyalon Ketua RT. Padahal saya juga tahu dia pendukung Pak Udin.”

Asep: “Awas hati-hati takutnya dia pura-pura baik (mendukungmu) padahal tidak. (bermuka dua)”

Demikian semoga penjelasan arti peribahasa Sunda beungeut nyingharep ati mungkir dan contoh kalimatnya ini bermanfaat.

Kalau ada hal yang masih belum jelas silakan tanyakan melalui kolom komentar. Terima kasih.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *