Bedanya diuk, calik, dan linggih`

Bedanya Diuk, Calik, dan Linggih dalam Tatakrama Basa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Dalam basa Sunda dialek Priangan yang dituturkan di Bandung dan sekitarnya, dikenal istilah undak usuk basa atau tatakrama bertutur kata.

Dalam undak usuk basa dan tatakrama terdapat tingkatan basa Sunda lemes (halus), loma (sedang/ akrab), dan kasar.

Baca juga: Arti dan Contoh Undak Usuk Basa Sunda

Arti kata diuk, calik, dan linggih dalam kamus basa Sunda terjemahan bahasa Indonesia adalah ‘duduk’. Kata calik dan duduk juga memiliki makna konotasi, yaitu ‘tinggal’ (menetap).

Apa bedanya diuk, calik, dan linggih?

Arti Diuk

Diuk /di-uk/ artinya duduk, termasuk puhu kecap dari kelas kecap pagawean. Puhu kecap atau morfem bebas adalah kata dasar yang bisa langsung jadi kata, tidak terikat oleh imbuhan maupun morfem lainnya.

Kata diuk juga bisa dibentuk menjadi kecap rekaan, baik kecap rundayan maupun kecap rajekan.

Contoh kecap rundayan:

Didiukan = diduduki

Ngadiukan = menduduki

Ngadiukeun = mendudukkan

Diukaneun = untuk diduduki

Dariuk = duduk (jamak)

Contoh kecap rajekan:

Diuk-diuk = duduk-duduk

Didiukan = pura-pura duduk

Berdasarkan tingkatannya, kata diuk tergolong tingkatan bahasa Sunda loma. Basa loma diucapkan pada orang-orang yang sudah akrab atau ka sahandapeun (orang yang umur atau statusnya di bawah penutur).

Contoh kalimat:

Diuk manéh téh ulah nangtung waé ngarah teu cangkeul. Artinya ‘duduklah kau jangan berdiri terus biar tidak pegal’.

Arti Calik

Calik /ca-lik/ kecap pagawéan terdiri atas dua engang, artinya duduk. Calik merupakan puhu kecap, tingkatan undak usuk basanya halus untuk diri sendiri dan halus untuk sahandapeun.

Kecap rekaan:

Caralik = duduk (jamak)

Nyalikan = menduduki

Nyalikeun = mendudukkan

Dicalikan = diduduki

Calik-calik = duduk-duduk

Cacalikan = pura-pura duduk

Contoh kalimat:

Punten, badé ngiring calik. Artinya ‘maaf, mau numpang duduk’.

Jang, ulah calik di dinya! Artinya, ‘nak, jangan duduk di situ!’.

Arti Linggih

Linggih /ling-gih/ terdiri atas dua engang, merupakan puhu kecap kelas kecap pagawéan. Kata linggih termasuk ke dalam tingkatan bahasa Sunda halus untuk orang lain.

Kecap rekaan:

Lalinggih = duduk (jamak)

Dilinggihan = diduduki

Ngalinggihan = menduduki

Ngalinggihkeun = mendudukkan

Linggih-linggih = duduk-duduk

Contoh kalimat:

Para tamu ondangan mangga dihaturanan lalinggih dina korsi anu parantos disayogikeun. Artiya ‘para tamu undangan dipersilakan duduk di kursi yang telah disediakan’.

Di mana linggih? Artinya, ‘di mana tinggal?’.

Kesimpulan:

Diuk merupakan bahasa Sunda loma, digunakan untuk percakapan dengan orang-orang yang sudah akrab.

Calik merupakan bahasa Sunda lemes, digunakan untuk diri sendiri dan sahandapeun.

Linggih merupakan bahasa Sunda lemes, digunakan untuk orang lain dan saluhureun.

Baca juga: Bedanya Balik, Wangsul, dan Mulih

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *