Bedanya Teh, Teteh, dan Enteh dalam Bahasa Sunda

Bedanya Teh, Teteh, dan Enteh dalam Bahasa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Orang Sunda sering mengucapkan kata teh, teteh, dan enteh dalam percakapan sehari-hari, baik dengan sesama orang Sunda maupun non Sunda.

Pada artikel ini saya akan menjelaskan perbedaan kata teh, teteh, dan enteh supaya baraya yang sedang belajar bahasa Sunda tidak merasa bingung.

1. Teh

Penulisan kata teh dalam aksara latin ejaan bahasa Sunda adalah téh (huruf vokal e di curek seperti ini é). Perbedaan penulisan huruf vokal tersebut dapat membedakan bunyi dan arti kata.

Contohnya kata pendék dan péndék. Kata pendék artinya tidak tinggi (tubuh manusia), sedangkan péndék artinya tidak panjang (ukuran benda).

Silakan baca: Cara Menyebut Huruf Vokal E, É, dan EU dalam Bahasa Sunda

Jadi, penulisan yang benar adalah téh. Kata téh dalam bahasa Sunda memiliki dua makna, yaitu sebagai berikut:

  • Sebagai kecap panganteb (partikel penegas). Contohnya : Ari saré téh ulah nangkuban ambéh teu eungap (Kalau tidur jangan tengkurap agar tidak sesak).
  • Sebagai kependekan dari kecap panggentra tétéh, artinya ‘Kak’ atau ‘Mbak’. Contohnya : Téh saré téh ulah nangkuban (Mbak tidur itu jangan tengkurap). Kata téh sebagai panggentra biasa dipakai sebagai honorifik (ungkapan penghormatan untuk menyapa perempuan), seperti Téh Kinanti, Téh Maya, dan sebagainya.

Dari penjelasan di atas dapat kita tentukan bahwa kata teh merupakan salah satu kata homonim dalam bahasa Sunda. Katanya sama tapi maknanya tidak ada hubungan sama sekali.

2. Teteh

Penulisan kata teteh dalam aksara latin ejaan bahasa Sunda yang benar adalah tétéh (huruf e-nya dicurek seperti ini é). Teteh merupakan kecap panggentra untuk kakak perempuan atau perempuan (muda) yang diajak bicara.

Arti tétéh dalam kamus bahasa Sunda terjemahan Indonesia adalah kakak atau mbak. Untuk kakak laki-laki atau untuk laki-laki ialah aa atau akang.

Baca juga: Bedanya Aa dan Akang dalam Bahasa Sunda

Contoh kalimat: Tétéh poékeun seuseuhan saur mamah (Kakak jemur cucian kata ibu).

Jika menggunakan kata Tétéh (atau étéh) tidak perlu disebut lagi nama orangnya. Kata tétéh kurang tepat jika digunakan sebagai honorifik seperti Tétéh Kinanti, Tétéh Kirani, Tétéh Kinasih. Akan lebih enak Téh Kinanti, Téh Kirani, Téh Kinasih.

3. Enteh

Penulisan kata enteh dalam aksara latin ejaan bahasa Sunda yaitu entéh (huruf é kedua dicurek). Kata entéh artinya sama dengan ‘teh’ dalam bahasa Indonesia, yaitu tanaman yang biasa dijadikan minuman.

Contoh kalimat: Tétéh téh raina Téh Yuni nu sok metik entéh sanés? (Kakak ini adiknya Kak Yuni yang biasa memetik teh bukan?)

Demikianlah, mudah-mudahan tidak pusing dan semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *