Cara menolak dengan bahasa Sunda

Cara Menolak dengan Bahasa Sunda Halus dan Loma

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Ada kata atau kalimat penawaran, ada juga kata-kata atau kalimat penolakan. Sebelumnya saya sudah share cara menawari dengan bahasa Sunda. Kali ini saya akan sharing lagi materi tentang cara menolak dengan bahasa Sunda halus dan loma.

Kata-kata penolakan diperlukan saat ingin menolak ajakan, menolak perintah, menolak penawaran, menolak cinta, dan lain-lain.

Cara menolak yang sopan bisa menggunakan kata-kata halus. Sementara kepada teman dekat bisa menggunakan basa Sunda loma.

Langsung saja simak contoh kata-kata atau kalimat penolakan dalam bahasa Sunda berikut ini.

1. Menolak tawaran

Kata untuk menolak tawaran yang diawali dengan kata bisi atau bilih yaitu moal = tidak. Bisa juga diikuti dengan nuhun atau hatur nuhun (terima kasih).

Jika pertanyaannya hayang jawabnya embung (loma) = tidak mau, dan jika tawarannya palay? cara menolaknya alim (halus) = tidak mau.

Contohnya:

(A) Rék dahar? (Mau makan?)
(B) Moal, seubeuh kénéh (Tidak, masih kenyang)

(A) Badé tuang? (Mau makan?)
(B) Moal, hatur nuhun. Mangga lajengkeun sing raos (Tidak, terima kasih. Silakan dilanjutkan semoga nikmat)

(A) Rék milu ka ….. ? (Mau ikut ke ……)
(B) Moal, sok wéh. Keun iraha deui (Tidak, silakan aja. Kapan-kapan lagi)

(A) Bade ngiring ka ….. ? (Mau ikut ke ……)
(B) Moal, mangga wéh. Wios iraha deui (Tidak, silakan aja. Kapan-kapan lagi)

(A) Hayang jajan? (mau jajan?)
(B) Embung (Tidak mau)

(A) Palay jajan? (mau jajan?)
(B) Alim (Tidak mau)

Baca juga: Contoh Kalimat Penawaran Bahasa Sunda

2. Menolak perintah

Kalimat perintah mengandung kecap pagawean atau kata kerja. Menolak perintah bisa diawali dengan kata hampura, kemudian diikuti dengan moal bisa (loma) atau hapunten, moal tiasa (halus). Contohnya:

(A) Sep, cokot buku di imah! (Sep, ambil buku di rumah!)
(B) Hampura, moal bisa. Urangna rek aya perlu/ keur aya perlu (Maaf tidak bisa, sayanya akan ada keperluan/ sedang ada keperluan)

(A) Sep, candak buku di sakola! (Sep, ambil buku di sekolah!)
(B) Punten, moal tiasa. Abdi na bade aya peryogi/ nuju aya peryogi/ nuju di piwarang ku … (Maaf, tidak bisa. Sayanya akan ada keperluan/ sedang ada keperluan/ sedang disuruh oleh ….)

Untuk menunjukkan sikap simpati atau penyesalan karena tidak bisa melaksanakan perintah, bisa juga ditambahkan kata pisan setelah punten/ hapunten. Contohnya:

Hapunten pisan, moal tiasa. Abdi na bade aya peryogi/ nuju aya peryogi/ nuju di piwarang ku ….

Baca juga: Contoh Kalimat Perintah dalam Bahasa Sunda

3. Menolak ajakan

Kalimat ajakan dalam bahasa Sunda yaitu hayu. Cara menolak ajakan umumnya yaitu hampura moal bisa (loma)/ hapunten moal tiasa (halus) = maaf tidak bisa, embung (loma)/ alim (halus) = tidak mau.

Contohnya:

(A) Jang, hayu urang ka Garut (Jang, ayo kita ke Garut)
(B) Hampura moal bisa ngilu (Maaf tidak bisa ikut)

(A) Jang, hayu urang ulin (Jang, ayo kita ke Garut)
(B) Embung ah (Tidak mau ah)

(A) Jang, hayu urang ka Garut (Jang, ayo kita ke Garut)
(B) Hapunten moal tiasa ngiring (Maaf tidak bisa ikut)

(A) Jang, hayu urang ameng (Jang, ayo kita ke Garut)
(B) Alim ah (Tidak mau ah)

Baca juga: Contoh Kalimat Ajakan Bahasa Sunda

4. Menolak permintaan

Misalnya barang kamu diminta oleh teman, kata untuk menolaknya yaitu ulah/ entong (loma) = jangan, atau teu kenging (halus) = tidak boleh, jangan.

Contohnya:

(A) Jang, keur urang eta patlot (Jang, untuk saya itu pensil)
(B) Ulah, teu boga deui (Jangan, tidak punya lagi)

(A) Jang, nginjeum pamupus (Jang, pinjam penghapus)
(B) Entong, rek dipake (jangan, mau dipakai)

(A) Jang, menta buku nu teu dipake (Jang, minta buku yang tidak dipakai)
(B) Teu boga (tidak punya) atau moal, lebar (tidak, sayang)

(A) Jang, kanggo abdi eta patlot (Jang, untuk saya itu pensil)
(B) Teu kenging, dianggo keneh (Jangan, masih dipakai)

Ini hanya contoh-contoh kalimat, kalau mampu sebaiknya jangan pelit.

5. Menolak cinta

Halus: Hapunten, moal tiasa bobogohan. Bade pokus heula sakola/ damel (Maaf, tidak bisa pacaran. Mau fokus dulu sekolah/ kerja).

Loma: Alah hampura, kan urang teh ti SD nepika ka ayeuna babaturan, piraku dek jadi kabogoh. Asa canggung, kitu. (Aduh maaf, kan kita dari SD sampai sekarang temenan, masa mau jadi pacar. Tersa cangguh, begitu).

Baca juga: Kata-kata Nembak Cewek Bahasa Sunda

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *