Contoh gaya basa sindir silib atau majas alegori Sunda

Contoh Gaya Basa Sindir, Silib, atau Alegori

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Gaya basa sindir atau silib, dalam bahasa Indonesia disebut juga majas alegori.

Sindir merupakan sinonim dari kata silib. Kedua kata Sunda tersebut memiliki arti yang sama dengan alegori, yakni ‘menjelaskan maksud tidak secara harfiah’.

Baca juga: Daftar Persamaan Kata atau Sinonim dalam Bahasa Sunda

Pengertian gaya bahasa silib, sindir, atau alegori adalah majas yang menyatakan maksud tanpa secara harfiah, tetapi dengan cara lain seperti melalui kiasan atau gambaran yang mengandung efek puitis.

Contoh gaya basa sindir, silib, atau alegori bahasa Sunda

Duh kembang teh meni endah pisan. Tos diseuseup ku bangbara teu acan nya? Duh, bunga itu indah sekali. Sudah dihisap kumbang belum ya?

Maksudnya perempuan itu cantik sekali, sudah punya pacar belum ya?

Lalampahan hirup manusa teh siga walungan anu ngocor mapay-mapay gawir, anu sakapeung jerona sok hese diteuleuman, anu daek narima sagala runtah, jeung anu tungtungna eureun nalika pinanggih jeung sagara. 

Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut. (dari wikipedia).

Maksudnya hidup manusia penuh lika liku, isi hatinya sulit ditebak, terkadang berbuat salah, dan akhirnya meninggal kalau sudah bertemu azalnya.

Baca juga: 10 Contoh Gaya Basa Rautan (Eufimisme)

Itulah pengertian dan contoh majas sindir, silib, atau alegori basa Sunda. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *