Contoh Rarangken Tukang atau Akhiran Bahasa Sunda

Contoh Rarangken Tukang atau Akhiran dalam Bahasa Sunda

17 Dilihat

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Akhiran atau sufiks dalam bahasa Sunda disebut rarangken tukang atau ahiran. Rarangken tukang merupakan morfem kauger atau morfem terikat yang posisinya menempel di belakang morfem dasar.

Morfem kauger yang tergolong ke dalam rarangken tukang atau akhiran yaitu -an, -eun, -keun, -na, dan -(n)in. Akhiran-akhiran tersebut masing-masing memiliki arti gramatikal tersendiri.

Kata yang dihasilkan dari proses ngararangkenan morfem dasar disebut kecap rundayan atau kata turunan. Kata yang dibangun oleh dua morfem atau lebih disebut juga kecap rekaan. Sedangkan kata yang yang hanya terdiri atas satu morfem disebut kecap salancar.

Contoh penerapan parangken tukang atau akhiran dalam kata bahasa Sunda adalah sebagai berikut.

Rarangken tukang Contoh kata Artinya
-an daekan bersifat rajin
pundungan suka belik; ngambek
mulungan memunguti
niupan meniupi
-eun capeeun (dia) merasa cape
daekeun (dia) mau
reuwaseun (dia) kaget
maneheun giliranmu
urangeun giliranku
dahareun untuk dimakan/ bahan makanan
sambeleun untuk disambal/ bahan membuat sambal
opieun bahan camilan
cicingeun pendiam
hareupeun ada di depan
-keun balikkeun balikkan
bukakeun bukakan
diukkeun dudukkan
cicingkeun diamkan
-na imahna rumahnya
barangna barangnya
budakna anaknya
manehna dia
duitna uangnya
-(n)ing mungguhing adapun
estuning pasti

Selain rarangken tukang yang sudah disebutkan di atas, ada lagi morfem kauger yang ditempelkan di belakang bakal kecap yaitu proleksem.

Contoh akhiran proleksem penyebut:

Proleksem (tukang) Contoh kata Artinya
-man seniman orang yang ahli di bidang seni
budiman orang berbudi
-wan hartawan orang yang punya banyak harta
wartawan orang yang profesinya di bidang berita (warta)
dermawan orang yang suka mendermakan hartanya.
-wati seniwati perempuan yang ahli di bidang seni

Akhiran proleksem -man bersifat umum, meliputi laki-laki dan perempuan. Akhiran -wan secara spesifik tertuju pada laki-laki, sedangkan akhiran -wati digunakan khusus untuk perempuan.

Baca juga: Contoh Rarangken Tengah atau Sisipan dalam Bahasa Sunda

Demikianlah, semoga bermanfaat.