Arti, contoh, dan jenis Kecap Lulugu bahasa Sunda

4 Jenis Kecap Lulugu Basa Sunda dan Contohnya

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Warna kecap dalam basa Sunda terbagi atas dua macam, yaitu kecap lulugu dan kecap pancén. Pada postingan ini saya akan coba menjelaskan arti, jenis-jenis, dan contoh kecap lulugu dalam bahasa Sunda dan artinya.

Penjelasan tentang warna kecap sudah dibahas pada postingan sebelumnya. Buat kamu yang belum membacanya, silakan buka 10 Jenis Warna Kecap Basa Sunda.

Kecap lulugu artinya kata utama, yaitu jenis kata yang memiliki arti leksikal, sifatnya peka alam, budaya, dan tempat serta bentuknya bisa diubah. Kecap lulugu terdiri atas 4 jenis atau subkelas.

Jenis dan Contoh Kecap Lulugu

Jenis-jenis dan contoh kecap lulugu adalah sebagai berikut:

1. Kecap Pagawéan

Kecap pagawéan artinya kata kerja atau verba. Kecap pagawean mengandung makna inheren tindakan, proses, dan keadaan. Kecap pagawéan yang memiliki makna tindakan umumnya bisa dibuat bentuk perintah, seperti dahar! cicing!, dan sebagainya.

Contoh kecap pagawéan:

  • Dahar = makan
  • Nginum = minum
  • Saré = tidur
  • Leumpang = jalan kaki
  • Lumpat = lari
  • Diuk = duduk
  • Nangtung = berdiri
  • Nulis = menulis
  • Maca = membaca

Selengkapnya silakan baca: Kumpulan Contoh Kecap Pagawean

2. Kecap Barang 

Kecap barang disebut juga kata benda atau nomina. Kecap barang adalah kata yang menunjukkan benda dan segala yang dianggap benda seperti manusia, binatang, tumbuhan, tempat, benda, dan perihal.

Kecap barang biasanya bisa didahului dengan kecap bilangan. Contohnya: hiji jalma, tilu buku, opat imah, lima munding, dan sebagainya.

Contoh kecap barang:

  • Jalma = orang
  • Manusa = manusia
  • Munding = kerbau
  • Imah = rumah
  • Garut = nama kota
  • Tasikmalaya = nama kota
  • Walungan = sungai
  • Pamupus = penghapus
  • Jidar = mistar

Selengkapnya silakan baca: 100 Contoh Kecap Barang

3. Kecap Sipat

Kecap sipat dalam bahasa Indonesia disebut kata sifat atau adjektiva. Kecap sipat umumnya mengandung arti

(1) sifat (kualitas), menjadi bagian langsung dan menyatu dengan benda;

(2) keadaan (statif), tidak menjadi bagian langsung dan tidak menyatu dengan benda.

Contoh kecap sifat:

  • Gedé = besar
  • Leutik = kecil
  • Jangkung = tinggi
  • Buleud = bulat

Contoh kecap kaayaan:

  • Garing = kering
  • Baseuh = basah
  • Tiiseun = sepi
  • Beunghar = kaya
  • Sangsara = sengsara

Baca juga: 90+ Contoh Kecap Sipat

4. Kecap Bilangan

Kecap bilangan disebut juga kata bilangan atau numeralia. Kecap bilangan umumnya menunjukkan jumlah, urutan, tahapan, dan ikatan. Kecap bilangan bisa diikuti dengan (1) kata kali (dua kali), (2) kata barang (sakarung buah), (3) bisa dirarangkenan ka- (kahiji = tahap pertama).

Contoh kecap bilangan:

  • Hiji = satu
  • Dua = dua
  • Tilu = tiga
  • Welasan = belasan
  • Puluhan = puluhan
  • Ratusan = ratusan
  • Rébuan = ribuan
  • Jutaan = jutaan
  • Sakilo = sekilo
  • Saos = seons
  • Sakarung = sekarung
  • Kahiji = pertama
  • Kadua = kedua
  • Kalima = kelima
  • Éka = eka
  • Dwi = dwi
  • Tri = tri

Demikianlah, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *