Kata ganti orang dalam bahasa Sunda halus dan kasar

Kata Ganti Orang Dalam Bahasa Sunda Halus, Loma dan Kasar

SUNDAPEDIA.COM – Pada postingan ini saya akan membahas tentang kata ganti orang dalam bahasa Sunda.

Pembahasan meliputi kata ganti orang pertama, orang kedua dan orang ketiga; baik tunggal maupun jamak versi Sunda halus, loma (biasa) dan kasar.

Bahasa Sunda halus atau lemes adalah bahasa Sunda paling sopan. Biasanya digunakan ketika berbicara dengan orang baru kenal, orang tua, guru dan orang-orang yang dihormati atau disegani.

Bahasa Sunda loma adalah bahasa Sunda sedang atau biasa. Bahasa loma ini suka digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan teman atau orang-orang yang sudah kenal akrab.

Bahasa Sunda kasar adalah bahasa Sunda kurang atau tidak sopan.

Kata ganti orang dalam bahasa Sunda juga memiliki tingkatan lemes, loma dan kasar.

1. Kata ganti orang pertama (saya, aku)

Kata ganti orang pertama bahasa Sunda

Halus

Orang pertama tunggal pada bahasa Indonesia yaitu saya atau aku. Bahasa Sunda halusnya aku dan saya adalah abi, abdi, pribados dan sim kuring.

Orang pertama jamak atau banyak, di dalam bahasa Indonesia adalah kita dan kami. Sedangkan dalam bahasa Sunda yaitu urang.

Contoh kalimat: Perkenalkan nama Saya Husni Cahya Gumilar

  • Nepangkeun nami abi Husni Cahya Gumilar
  • Nepangkeun nami abdi Husni Cahya Gumilar
  • Nepangkeun wasta pribados Husni Cahya Gumilar
  • Nepangkeun wasta sim kuring Husni Cahya Gumilar

Loma

Bahasa loma untuk kata ganti orang pertama (tunggal dan jamak) adalah urang, kami dan kaula. Bahasa yang paling umum digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah urang.

Contoh kalimat:

  • Ngaran urang Husni Cahya Gumilar (Nama Saya Husni Cahya Gumilar)
  • Kaula geus lila teu dahar belut (Saya sudah lama tidak makan belut)
  • Kami teu sudi abrig-abrigan kudu dicandung (Saya sangat tidak sudi dimadu)

Kasar

Bahasa Sunda kasar dari aku dan saya adalah aing dan déwék. Bahasa Sunda kasar dari kita dan kami tetap urang.

Contoh kalimat: Nama Saya Husni Cahya Gumilar

  • Ngaran aing Husni Cahya Gumilar
  • Ngaran dewek Husni Cahya Gumilar

Kata urang merupakan kata ganti orang pertama tunggal tingkatan loma (sedang). Urang juga sebagai kata ganti orang pertama jamak (kita, kami) tingkat bahasa Sunda halus, loma dan kasar.

Contoh kalimat: Kita tidak boleh menerima begitu saja

  • Urang tong nampi kitu wae
  • Urang tong narima kitu wae

2. Kata ganti orang kedua (kamu, anda)

Kata ganti orang kedua bahasa Sunda

Halus

Bahasa Sunda halus untuk kata ganti orang kedua tunggal adalah anjeun, salira, pangersa dan hidep.

Anjeun biasanya digunakan untuk teman sebaya atau orang yang umurnya dibawah orang pertama (sahandapeun).

Salira adalah kata ganti orang kedua tunggal untuk orang yang kita hargai. Sedangkan pangersa untuk orang yang sangat dihargai.

Hidep adalah kata ganti orang kedua untuk anak-anak, seperti guru ke murid atau orangtua ke anaknya.

Contoh kalimat:

  • Hidep téh kudu pinter pan disakolakeun (Kamu harus pintar kan disekolahkan)
  • Anjeun urang mana? (kamu orang mana?)
  • Salira langkung uninga (Anda lebih tau)
  • Teu langkung pangersa (terserah Anda)

Bahasa Sunda halus untuk orang kedua jamak (kalian) yaitu aranjeun.

Loma

Bahasa Sunda loma untuk kata ganti orang kedua tunggal adalah manéh. Bentuk jamaknya adalah maranéh.

Ada juga kata andika, yaitu kata ganti orang kedua tunggal lawan kata kaula. Kata kaula dan andika jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari pada zaman sekarang.

Kata kaula dan andika sering dijumpai pada percakapan orang Sunda pada zaman dulu seperti dalam dongeng, cerita kerajaan dan cerita rakyat.

Contoh kalimat:

  • Cicing manéh tong bangor! (Diam kamu jangan nakal)
  • Cicing maranéh tong balangor! (Diam kalian jangan nakal)
  • Andika ulah gagabah nyarita (Anda jangan gegabah bicara)

Kasar

Bahasa Sunda kasarnya kamu adalah sia dan silaing. Namun sia lebih kasar dari silaing. Sia biasanya berpasangan dengan kata aing.

Silaing adalah bahasa Sunda kasar untuk orang kedua, kesannya menganggap seperti ke anak-anak.

Bentuk jamak dari sia dan silaing yaitu saria dan sarilaing.

Contoh kalimat:

  • Ngajedog sia! (diam kamu!)
  • Naha saria teu gajedog? (Kenapa kalian tidak diam?)

3. Kata ganti orang ketiga (dia, beliau, mereka)

Kata ganti orang ketiga bahasa Sunda

Halus

Kata ganti orang ketiga tunggal dalam bahasa Sunda halus adalah anjeuna dan mantena. Umumnya adalah anjeunna, sedangkan mantena untuk yang dimuliakan.

Bentuk jamak dari anjeuna dan mantena yaitu aranjeuna dan marantena (mereka).

Contoh kalimat:

  • Anjeunna kamari ti dieu (dia kemarin dari sini)
  • Mantena anu maha uninga (Dia yang maha mengetahui)

Loma

Kata ganti orang ketiga tunggal untuk orang ketiga tunggal tingkat bahasa Sunda lemes adalah manéhna. Bentuk jamaknya yaitu maranéhna.

Contoh kalimat:

  • Manéhna mah pantes beunghar oge da daékan (pantas dia kaya juga soalnya rajin)
  • Maranéhna mah tara daék barang pénta (mereka tidak suka meminta-minta)

Kasar

Kata bahasa Sunda kasar untuk orang ketiga tunggal yaitu si éta. Bentuk jamaknya sama seperti bahasa Sunda loma yaitu maranéhna.

Contoh kalimat:

  • Kalakuan si eta mah pikasebeleun (kelakuannya menyebalkan)

Demikian, penjelasan tentang kata ganti orang dalam bahasa Sunda halus, loma dan kasar. Semoga postingan ini bermanfaat dan gunakanlah bahasa Sunda yang sopan sebagai bentuk penghargaan kita terhadap lawan bicara dan agar tidak menyinggung perasaan orang lain.

Apabila ada yang belum jelas atau kamu menemukan kekeliruan pada postingan ini, silakan tulis di kolom komentar. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *