Kata-kata Sindiran Sunda Pedas dan Frontal

Kata-kata Sindiran Sunda Pedas dan Frontal

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Pada postingan ini saya akan berbagi beberapa contoh kata-kata sindiran pedas dan frontal dalam bahasa Sunda lengkap dengan artinya.

Sindiran dimaksudkan untuk menyindir sikap, perilaku atau perbuatannya yang buruk. Bukan nyindir fisik atau apa yang dimilikinya.

Manusia tidak dapat memilih punya hidung mancung atau tidak, bertubuh tinggi atau pendek, dan sebagainya. Maka untuk alasan apa pun kita tidak boleh mengejek fisik orang.

Tetapi manusia diberi pilihan, bahkan diperintahkan untuk memilih bersifat dan berperilaku baik. Maka, wajar jika seseorang punya sifat tidak terpuji atau kelakuan menyimpang disindir oleh orang lain.

Kata-kata sindiran biasanya bertujuan untuk mengingatkan seseorang dengan cara tidak langsung mengatakan inti kesalahannya. Hal ini dilakukan agar tidak melukai perasaan. Orang yang peka kalau disindir sedikit aja sudah sadar. Tetapi ada juga yang kebal tidak tahu malu yang terkadang perlu diberi sindiran pedas atau frontal.

Meskipun begitu, kita harus tetap bijaksana dalam berkata jangan sampai menyakiti orang lain. Luka hati oleh ucapan itu susah sekali obatnya. Ingat pepatah, “mulutmu harimaumu”. Di zaman medsos, “jarimu harimaumu”.

1. Komo lamun imah kawas karaton, cacakan sagedé pelok ogé mani gedé hulu alabatan ti naon

Artinya “apalagi kalau rumahnya seperti keratos, walaupun sebesar biji mangga pun sombongnya minta ampun”.

Kata-kata ini untuk menyindir orang yang suka menyombongkan rumahnya. Di sini ada gaya bahasa rarahulan, yaitu ‘sagedé pelok’ maksudnya mengumpamakan bahwa rumahnya itu kecil. Ada juga babasan gedé hulu, artinya sombong.

Kata-kata sindiran ini tentunya bukan untuk menghina ukuran rumah seseorang, tetapi menyindir kelakuannya yang sombong.

Baca juga: Pepeling Sunda Jangan Sombong

2. Ngomong songong, kalakuan polontong, ari ditanya bengong

Artinya “bicara kasar dan asal bunyi, kelakuan belagu, tapi ketika ditanya tidak tahu”. Kata-kata ini sindiran untuk orang yang bicara kasar, sok tahu, dan banyak tingkah merasa diri paling berani tapi kurang berwawasan.

Yang disindir bukan kurang wawasannya, tetapi cara bicara dan tingkah lakunya yang tidak baik.

3. Keur butuh ngurunyung teu butuh nurus tunjung

Artinya “sedang butuh datang tidak butuh lagi menyebalkan”. Kata-kata sindiran basa Sunda ini untuk menyindir teman yang suka datang atau dekat kalau lagi butuh saja. Kalau dia tidak butuh, kelakuannya menyebalkan.

4. Bobogohan wéh diheulakeun ari jajan ménta ti kedot

Artinya “pacaran didahulukan tapi jajan masih minta ke orang tua”. Sindiran untuk anak sekolah, remaja atau anak baru gede yang sudah pacaran tapi belum punya penghasilan. Uang jajannya pun masih minta ke orang tua.

Kata kedot merupakan bahasa Sunda kasar dari kata kolot (loma), dan sepuh (lemes).

5. Buuk nurutan urang Walanda ari dahar jeung hulu peda

Artinya “rambut meniru orang Belanda tapi makan dengan kepala asin peda”. Maksudnya gaya rambut dipirang-pirangin meniru orang luar negeri, tapi tidak sesuai dengan keadaan ekonominya.

Yang disindir adalah perilakunya yang tidak tahu diri/ tidak menyesuaikan tingkah laku dengan keadaan.

6. Pangala sapedaeun pengeluaran sakudaeun

Artinya “penghasilan hanya cukup untuk membeli ikan asin tapi pengeluaran seharga kuda”. Kata-kata Sunda ini untuk menyindir orang yang penghasilannya kecil tetapi gaya hidupnya tinggi.

7. Napsu kawas kuda tanaga jiga peda

Artinya “keinginan besar seperti kekuatan kuda, tetapi kemampuan kecil seperti ikan peda”. Maksudnya sindiran untuk yang tidak tahu diri, punya keinginan besar melampuai kemampuannya yang kecil.

8. Di luar jiga nu beunghar di imah dahar jeung banghar

Artinya “Di luar rumah seperti orang kaya, di rumah makan sama sambal banghar”. Kata-kata Sunda ini sindiran untuk orang biasa yang di rumahnya serba keterbatasan tetapi pergaulan di luar rumah berlaga seperti orang kaya.

9. Loba gaya kurang daya

Artinya “banyak gaya kurang daya”. Maksudnya banyak tingkah atau banyak gaya tetapi kemampuannya kecil.

10. Teu ngukur ka kujur teu nimbang kana awak

Kata-kata sindiran Sunda ini maksudnya tidak tahu diri, tidak tahu malu, tidak sadar akan kemampuan diri sendiri.

Baca juga: 160 Peribahasa Sunda Nyindir dan Artinya

Demikianlah, semoga bermanfaat.