Padika biantara basa Sunda

5 Padika Biantara yang Harus Diketahui

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Biantara artinya sama dengan pidato. Biantara sering dikaitkan dengan seni berbicara sebab memerlukan gaya bicara supaya menarik pendengar.

Ada beberapa padika agar biantara disukai para pendengar. Padika artinya metode atau cara. Padika biantara basa Sunda bisa disingkat TAMAN. Yuk kita ulas satu per satu.

Tatag nyaritana

Artinya dalam menyampaikan biantara harus jelas bicaranya. Tidak terbata-bata dan tidak sering berhenti sehingga pendengar dapat menangkap isi pembicaraan dengan jelas.

Katatagan nyarita biasanya dipengaruhi oleh penguasaan materi dan mental yang baik. Jika grogi dan tidak paham materi yang akan disampaikan bicara pun akan terbata-bata.

Aktual temana

Artinya biantara harus membicarakan topik-topik aktual, isu terbaru, atau masih hangat. Tidak membahas tema yang sudah basi. Tentu tidak semua tema kita kuasai, makanya sebelum tampil harus mempelajari tema yang akan disampaikan.

Munel eusina

Artinya biantara yang kita sampaikan harus padat berisi,  banyak manfaatnya, dan mengandung hal positif yang bisa dipetik oleh pendengar.

Untuk tahap awal sebelum terlatih, materi yang akan disampaikan harus dipersiapkan. Penguasaan materi pidato dapat memengaruhi katatagan dina nyarita (kejelasan dalam berbicara).

Alus basana

Biantara merupakan seni berbicara di depan umum. Oleh karena itu dalam menyampaikan biantara perlu disertai dengan pemanis bahasa. Misalnya diselingi babasan atau paribasa yang nyambung dengan materi biantara. Bisa juga ditambahkan sisindiran dan kata-kata bijak yang pernah disampaikan seorang tokoh.

Baca juga:

444 Bahasan Sunda dan Artinya

555 Paribasa Sunda dan Artinya

Ngandung wirahma

Artinya dalam menyampaikan biantara harus diatur cepat lambatnya bicara dan tinggi rendahnya suara. Tidak sembarangan jeda, tapi harus di tempat yang tepat serta dibawakan dengan lentong (nada kalimah) yang baik.

Padika di atas merupakan faktor penting yang harus diperhatikan saat biantara. Perlu terus dilatih agar mampu menguasai metode dan tidak grogi.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *