Patokan dan Contoh Pupuh Ladrang Sunda

Patokan dan Contoh Pupuh Ladrang Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Pupuh ladrang adalah salah satu jenis pupuh Sunda yang isinya mirip dengan balakbak, yaitu heureuy atau banyol. Arti kata heureuy dan banyol dalam kamus bahasa Sunda – Indonesia adalah guyon atau lelucon.

Pupuh adalah puisi tradisional Sunda dan Jawa yang terikat oleh aturan-aturan, seperti jumlah padalisan, guru wilangan, dan guru lagu.

Padalisan artinya baris dalam satu bait. Bait dalam pupuh disebut pada. Sapada artinya satu bait. Guru wilangan adalah jumlah suku kata dalam baris, sedangkan guru lagu artinya suara vokal ujung baris.

Meskipun temanya mirip dengan balakbak, tetapi aturan padalisan, guru wilangan, dan guru lagu ladrang beda dengan balakbak.

Ciri dan Patokan Pupuh Ladrang

Ciri pupuh ladrang dapat dilihat dari aturan atau patokannya, yaitu sebagai berikut:

  1. Ciri tema ladrang adalah tentang goyonan atau lelucon (heureuy; banyol).
  2. Padalisan dalam satu bait berjumlah 4 baris.
  3. Guru wilangan dan guru lagu ladrang adalah 10i, 4a, 8i, 12a, artinya:
  • Baris ke-1: 10 suku kata, huruf vokal ujung baris (i)
  • Baris ke-2: 4 suku kata, huruf vokal ujung baris (a)
  • Baris ke-3: 8 suku kata, huruf vokal ujung baris (i)
  • Baris ke-4: 12 suku kata, huruf vokal ujung baris (a)

Contoh lirik pupuh ladrang

Aya hiji rupa sato leutik
Éngkang-éngkang, éngkang-éngkang
Sok luluncatan di cai
Ari bangun arék sarupa jeung lancah

Coba teguh masing telik
Éta gambar sidik-sidik
Sato naon kitu wanda
Reujeung dimana ayana

Baca juga: Patokan dan Contoh Pupuh Gambuh

Demikianlah, semoga bermanfaat.