Perbedaan tatakrama dan tata bahasa Sunda

Perbedaan Tatakrama dan Tata Bahasa Sunda

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun! Perlu digaris bawahi bahwa tata basa atau tata bahasa Sunda berbeda dengan tatakrama basa Sunda.

Tata basa merupakan tata susun patokan-patokan umum dalam struktur bahasa. Sedangkan tatakrama basa atau sering disebut undak usuk basa merupakan sopan santun berbicara.

Tatakrama basa Sunda meliputi tingkatan bahasa yaitu basa kasar, loma, halus untuk sendiri, dan halus untuk orang lain.

Baca juga:

Arti dan Contoh Undak Usuk Basa Sunda

Tatakrama Basa Sunda dan Contoh Kalimatnya

Dikutip dari jurnal “Sintaksis Basa Sunda” yang disusun oleh Drs. H. Usep Kuswari, M.Pd. dan Hernawan, S.Pd., M.Pd. yang diterbitkan FPBS UPI Bandung tahun 2010. “Tata basa mangrupa hiji tiori anu ngagambarkeun cara basa lumampah jeung dipaké ku masarakat basa. Ku kituna, Chomsky (1968:3) nétélakeun yén tata basa téh nya éta sagemblengna kaidah basa anu nyangkaruk dina jiwa pamaké basa pikeun ngatur pamakéan basa.

Artinya, tata bahasa merupakan teori yang menggambarkan cara bahasa berjalan dan dipakai oleh masyarakat bahasa. Oleh karena itu, Chomsky (1968:3) menjelaskan bahwa tata bahasa yaitu seutuhnya kaidah bahasa yang terdapat dalam jiwa pemakai bahasa untuk mengatur pemakaian bahasa.

Bidang ilmu yang dipelajari dalam tata bahasa yaitu morfologi dan sintaksis. Morfologi atau tata kecap membahas struktur morfem dan kata. Sedangkan sintaksis atau tata kalimah membahas stuktur frasa, klausa, kalimat, dan wacana.

Morfem adalah satuan kata terkecil yang bermakna. Contohnya: (1) usep terdiri atas satu morfem, (2) ngusep terdiri atas dua morfem yaitu nasal (ng) dan kada dasar (useup). Ng merupakan contoh morfem terikat, sedangkan useup termasuk contoh morfem bebas.

Pembahasan morfologi meliputi bentuk fonem, morf, alomorf, kata dasar, rarangken (imbuhan), rajekan (reduplikasi atau kata ulang), dan wancahan (singkatan).

Baca juga: 4 Proses Terbentuknya Kata Turunan Basa Sunda

Pembahasan sintaksis meliputi struktur frasa (kecap kantetan), klausa, pola susunan kalimat, dan wacana. Dalam fungsi sintaksis ada semacam ‘kotak-kotak’ yang disebut jejer (subjek), caritaan (predikat), udagan (objek), panglengkep (komplemen), dan katerangan (keterangan).

Struktur kata dengan bentuk terbesar dalam morfologi, merupakan struktur terkecil dalam sintaksis.

Ikuti terus pembahasan mengenai tata basa Sunda di sini.

Demikian, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *