Setop menyebut pun bojo pada istri orang

Setop Menyebut Pun Bojo Kepada Istri Orang Lain

SUNDAPEDIA.COM, Sampurasun baraya Sundapedia! Berbicara menggunakan bahasa Sunda halus tujuannya bagus, yaitu menunjukkan rasa hormat atau sopan santun. Tapi jika salah memilih kata, maknanya bisa jadi salah.

Di dalam bahasa Sunda dikenal undak usuk basa atau tatakrama dalam berucap, sehingga nyaman dan aman bagi kita dan pendengar.

Bahasa Sunda memiliki tingkatan bahasa halus (lemes), loma (sedang/ akrab), dan kasar. Bahasa Sunda halus sendiri ada bahasa halus untuk sendiri dan orang lain. Nah, di sini banyak orang salah kaprah; bahasa halus untuk sendiri dipakai ke orang lain atau sebaliknya.

Contoh kata Sunda halus yang sering keliru penempatannya (tertukar) adalah pun bojo dan istri. Mari kita lihat arti kata bojo dan istri.

Pun bojo bahasa Indonesia-nya adalah istriku. Sedangkan istri bahasa Indonesia-nya adalah perempuan (halus) atau wanita yang dinikahi (istri).

Kata pun berarti keluarga (milik) saya. Contohnya pun bojo (istriku), pun adi (adikku), pun lanceuk (kakakku), pun bapa (bapakku), pun biang (ibuku), pun paman (pamanku), dan pun bibi (bibiku).

Lawan kata pun adalah tuang. Contohnya tuang istri atau tuang garwa (istrimu), tuang rama (bapakmu), tuang ibu (ibumu), tuang rai (adikmu), tuang raka (kakakmu), dan tuang eyang (kakekmu).

Jadi ketika kita menyebut pun bojo pada istri orang lain, dalam bahasa Sunda itu kesalahan besar.

Kata Sunda halus yang tepat untuk menyebut istri orang lain (lawan bicara) adalah tuang istri , tuang garwa, atau istri salira (artinya: istrimu). Bahasa Sunda halus “istri orang ketiga”, yaitu istrina (istrinya).

Jadi setop menyebut atau memanggil pun bojo pada istri orang!

Contoh kalimat penempatan kata bojo dan istri yang benar:

Ujang: “Sareng saha ka dieu Sep?” (Dengan siapa ke sini Sep?)

Usep: “Duaan wé sareng pun bojo.” (Berdua saja dengan istriku)

Ujang: “Oh, iyeu istri Usep teh?” (Oh, ini istri kamu Sep?)

Usep: “Muhun kang.” (Iya bang)

Demikianlah penjelasan singkat tentang penempatan kata pun bojo dan istri dalam percakapan bahasa Sunda halus yang benar. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *